Jenis Lemak Dan Tips Mengetahui Minyak Goreng Sehat

Minyak berbagai merk mudah kita temui dipasaran. Produknya pun beragam. Dari minyak kelapa sawit hingga minyak kelapa saja bisa ditemui di supermarket dekat rumah. Dengan ragam pilihan, rasanya kita jadi bingung untuk menentukan mana minyak yang baik dikonsumsi. Selain itu harga minyak goreng juga beraneka ragam. Maka dari itu, berikut adalah tips untuk membedakan mana minyak goreng yang sehat dan tidak. Tapi sebelum itu, kenali dulu tiga jenis lemak yang terkandung dalam minyak goreng. Dilansir dari WebMD, ada 3 jenis lemak yakni lemak jenuh, lemak tak jenuh ganda dan lemak jenuh tunggal. Ketiganya memiliki fungsi dan ciri khusus. Mari kita simak artikel berikut.

1. Lemak jenuh
Jenis lemak yang pertama adalah lemak jenuh. Saturated fat atau lemak jenuh merupakan lemak yang selalu dikaitkan dengan penyakit kolesterol karena dapat penyumbatan arteri. Contoh lemak jenuh ialah: mentega, lemak babi, margarin, minyak kelapa, minyak kelapa sawit, minyak safflower, minyak biji sawit dll. Lemak jenuh ini memiliki ciri fisik padat dalam kondisi suhu runagan. Makanan yang mendung lemak jenuh tinggi memang bisa menyebabkan kolesterol dan resiko penyakit jantung.
2. Lemak tak jenuh ganda
Lemak tak jenuh ganda ialah jenis lemak kedua. polyunsaturated fat atau lemak tak jenuh ganda bisa digunakan asal tidak menempatkannya pada suhu panas tinggi. Tinggi kadar lemak tak jenuh gandanya seperti minyak canola, minyak biji bunga
matahari, minyak kacang walnut, minyak jagung maupun minyak biji bunga matahari, dapat dikonsumsi. Hal ini dikarenakan dapat membantu untuk tingkat kolesterol darah, sehingga mengurangi risiko penyakit jantung. Omega-6 dan Omega-3 merupakan istilah lain dari lemak tak jenuh ganda. Secara umum, omega-3 memiliki tambahan manfaat lho bagi kesehatan jantung. Lemak tak jenuh ganda memiliki ciri fisik yang cair bahkan jika menyimpannya dalam pendingin sekalipun.
3. Minyak tak jenuh tunggal
Minyak tak jenuh tunggal ciri fisiknya cair dalam suhu ruangan namun berubah menjadi semi padat di freezer. Monounsaturated fat, atau minyak tak jenuh tunggal biasanya ada di minyak zaitun. Dalam diet mediterania, minyak zaitun jadi elemen kunci karena mengandung sekitar 76% lemak tak jenuh tunggal yang mana telah secara signifikan bisa terbukti mengurangi risiko penyakit jantung.

TIPS MENGETAHUI MINYAK SEHAT

Setelah kita ketahui 3 jenis lemak diatas, selanjutnya adalah tips untuk mngetahui minyak goreng yang dikonsumsi sehat atau tidak yaa. Selain memperhatikan harga minyak goreng, memperhatikan kesehatannya juga sangat penting. Yang mengandung lemak tak jenuh ganda dan minyak tak jenuh tunggal adalah minyak goreng sehat. Produk minyak seperti dalam hal ini ialah minyak zaitun dan canola sebagai peminimalisir risiko berbagai penyakit jantung. Jaga jumlah lemak jenuh yang Anda konsumsi sesedikit mungkin;
Label produk harus diteliti
Melihat label produk nyatanya bisa sangat bermanfaat lho untuk melihat kandungan lemak di dalamnya. Perlu juga untuk hindari produk minyak berbahan dasar lemak trans dan minyak yang terhidrogenasi.
Minimalisir penggunaan
sebagai orang Indonesia, makan tanpa gorengan bagai sayur tanpa garam. Kurang greget. Nah untuk itulah, kita perlu meminimalisir porsi minyak yang digunakan. Misalnya yang dulu sampai habis 1 L minyak untuk satu kali menggoreng ayam, kini ayamnya direbus untuk mengurangi pemakaian minyak.
Pakai tisu makanan
Setelah digoreng, jangan langsung disimpan pada piring. Taruhlah kertas tisu untuk menyerap minyak dari makanan yang sudah matang.
Simpan ditempat yang kering
Terakhir, selalu simpan produk minyak goreng dalam lemari tertutup dan kering, jauh dari sinar matahari, dan jangan terlalu sering untuk tidak menggunakan minyak secara berkali- kali. Karena kita tidak tahu menyebabkan akumulasi efek buruk dari minyak goreng.

nah segitu tips untuk mengetahui minyak goreng sehat, semoga bermanfaat

Leave a Reply