Tag Archives: perkembangan anak

Inilah Perkembangan Anak Usia 6 Hingga 8 Tahun yang Harus Orangtua Ketahui

Published by:

perkembangan anak

perkembangan anakPerkembangan anak adalah proses pertumbuhan dan perubahan fisik, perilaku, kognitif, dan emosional
seumur hidup. Pada tahap awal kehidupan dari masa bayi hingga masa kanak-kanak, masa kanak-kanak
hingga remaja, dan masa remaja hingga dewasa adalah perubahan besar yang terjadi. Sepanjang proses,
setiap orang mengembangkan sikap dan nilai-nilai yang memandu pilihan, hubungan, dan pemahaman.

Seksualitas juga merupakan proses seumur hidup. Bayi, anak-anak, remaja, dan orang dewasa adalah
makhluk seksual. Sama seperti penting untuk meningkatkan pertumbuhan fisik, emosi, dan kognitif
anak, jadi penting untuk meletakkan dasar bagi pertumbuhan seksual anak. Orang dewasa memiliki
tanggung jawab untuk membantu anak-anak memahami dan menerima seksualitas mereka yang
berkembang.

Setiap tahap pengembangan mencakup penanda khusus. Panduan perkembangan berikut berlaku untuk
sebagian besar anak-anak dalam kelompok usia ini. Namun, setiap anak adalah individu dan dapat
mencapai tahap perkembangan ini lebih awal atau lebih lambat dari anak-anak lain pada usia yang
sama. Ketika muncul kekhawatiran tentang perkembangan anaknya tertentu, orang tua atau pengasuh
lainnya harus berkonsultasi dengan dokter atau profesional perkembangan lainnya.

Sebagian besar anak-anak berusia 6 hingga 8 tahun akan melewati perkembangan anak sebagai berikut:

  1. Perkembangan fisik.
  • Anak akan mengalami pertumbuhan yang lebih lambat sekitar 2 ½ inci.
  • Perkembangan kaki yang lebih panjang relatif terhadap tinggi totalnya dan mulai
    menyerupai orang dewasa dalam proporsi kaki ke tubuh.
  • Berkembang lebih sedikit lemak dan tumbuh lebih banyak otot daripada di tahun-tahun
    sebelumnya.
  • Peningkatan kekuatan.
  • Menurunkan gigi bayi mereka dan mulai menumbuhkan gigi dewasa yang mungkin tampak
    terlalu besar bagi wajah mereka.
  • Gunakan keterampilan motorik kecil dan besar dalam olahraga dan kegiatan lainnya.
  1. Perkembangan kognitif.
  • Kembangkan keterampilan untuk memproses konsep yang lebih abstrak dan ide yang
    kompleks.
  • Mulailah sekolah dasar.
  • Habiskan lebih banyak waktu dengan kelompok sebaya dan beralih ke teman sebaya untuk
    mendapatkan informasi, karena mereka membutuhkan sumber informasi di luar keluarga,
    dan orang dewasa lainnya menjadi penting dalam kehidupan mereka.
  • Mampu fokus pada masa lalu dan masa depan serta saat ini.
  • Kembangkan rentang perhatian yang meningkat.
  • Memperbaiki pengendalian diri, mampu menyesuaikan diri dengan ide-ide orang dewasa
    tentang perilaku tepat dan mengenali kelayakan dalam perilaku.
  • Memahami konsep normalitas atau kelainan, merasa prihatin dengan menjadi normal dan
    rasa ingin tahu tentang perbedaan
  1. Pengembangan emosional.
  • Menjadi lebih sederhana dan menginginkan privasi.
  • kebutuhan emosional mereka dipenuhi oleh teman sebaya dan juga keluarga.
  • Mengembangkan hubungan yang tidak terlalu demonstratif dan mengekspresikan cinta
    melalui berbagi dan berbicara.
  • Butuh cinta dan dukungan, tetapi merasa kurang bersedia memintanya.
  • Ingin lebih banyak kebebasan emosional dan ruang dari orang tua.
  • Menjadi lebih baik dalam mengendalikan dan menyembunyikan perasaan.
  • Memiliki teman dan interaksi kelompok sejawat yang berkelanjutan

Anak yang berusia 6 hingga 8 tahun lebih suka bersosialisasi dengan gender mereka sendiri hampir
secara eksklusif dan mempertahankan pemisahan yang cukup ketat antara jenis kelamin, karena mereka
mungkin menggoda seseorang yang bertindak dengan cara yang tidak mematuhi peran gender yang
sudah ditentukan sebelumnya. Kenali juga stigma sosial dan tabu seputar seksualitas. Memahami ide-ide
yang lebih kompleks berkaitan dengan seksualitas dan mulai memahami perilaku seksual juga akan
terlihat pada perkembangan anak di usia 6 hingga 8 tahun.

Mempersiapkan Mental Anak Sejak Dini Sebelum Terjun di Dunia Luar

Published by:

perkembangan anak

perkembangan anak

Mempersiapkan Mental Anak Sejak Dini  Sebelum Terjun di Dunia Luar

Ceritakeluarga.com – Seorang anak di usia dini merupakan  masa di mana mereka mulai sensitif dan peka terhadap lingkungan sekitar. Setiap prilaku dan kegiatan yang dia lihat akan di contohnya meski hal tersebut memang tidak baik untuk dilakukan. Perkembangan anak usia dini memang sangat rentan terhadap kegiatan di sekitarnya. Pada usia seperti itu mereka mulai menunjukan rasa ingin tahu dan lebih aktif.

Keluarga merupakan dasar pendidikan yang akan didapatkan sebelum dia benar-benar terjun ke dunia luar. Pendidikan yang baik di dalam rumah sangatlah penting untuk melatih sikap mental seorang anak. Sebenarnya tahap mencontoh  mencontoh merupakan  waktu yang tepat untuk mendidik seorang anak agar mempunyai sikap yang baik. maka dari itu ilustrasi-ilustrasi tentang bahasa yang baik, tingkah laku yang baik harus ditanamkan dan diajarkan oleh orang tua dengan bijak.

Jika orang tua mengajarkannya kurang baik, maka respon yang ditunjukan si anak dalam tahap ini  pun akan sama seperti yang diajarkan. Menyesuaikan didikan dengan usia si anak akan membuat perkembangan anak menjadi terus meningkat. Dari segi tingkah laku dan pemikirannya pun akan lebih tajam. setelah dukungan didikan  baik yang didapat si anak dari dalam rumah. Maka anak pun akan siap untuk menjelajahi kehidupan dilingkungan sekitar.

Di lingkungan luar, anak pun akan lebih mengenal pergaulan yang bersifat luas,seperti bahasa yang berbeda, kelakuan yang berbeda dan kegiatan yang berbeda pula, dalam hal ini orang tua masih harus menasehati, mengawasi dan mengingatkan tentang apa saja yang harus dilakukan dan dilarang.

Baca juga: Manfaat Pemakaian Parfum Pakaian

 

Cara Tepat Memahami Psikologi Anak

Published by:

psikologi anak pintar

Memahami psikologi anak tidak akan ada habisnya. Hal inilah yang terkadang membuat para orang tua menjadi bingung dan panik. Cara yang paling bijak adalah dengan memahami setiap psikologi yang ditunjukan oleh anak. Berdasarkan pakar perkembangan psikologi anak menekankan pada 8 tahap yang dilalui anak sejak usia dini hingga usia dewasa.

Setiap tahapan akan memberikan dampak positif maupun dampak negatif. Pada anak usia dini banyak hal yang menarik perhatian anak sehingga membuat mereka ingin selalu mencoba meskipun hal tersebut berbahaya untuk anak. Pada tahap inilah peran dan pengawasan orang tua sangat penting. Memberikan pengarahan dan dukungan yang baik kepada anak merupakan cara yang tepat. menurut pakar perkembangan psikologi anak janganlah anda memberikan kritik atau nasihat berlebihan kepada anak. Hal ini dapat membuat anak tumbuh dengan rasa ragu terhadap kemampuannya.

Menurut seorang peneliti tentang psikologi anak yang bernama Gardner ada 7 kecerdasan yang terdapat pada anak yang meliputi interpersonal, intrapersonal, kinestetik, linguistik, logika, musik, spasial dan naturalis. Setiap anak akan memiliki kepekaan yang berbeda – beda akan tahapan – tahapan tersebut. Gardner mengungkapkan Multiple Intelegence kecerdasan jamak merupakan kemampuan untuk menemukan dan mencari pemecahan masalah yang dihadapi oleh anak. Misalnya apabila anak menangis selama berjam – jam, untuk hal ini anda sebagai orang tua harus memahami psikologi anak untuk mengatasi emosi mereka tersebut.

Sebaiknya anda sebagai orang tua tidak perlu panik ketika anak anda menangis. Tetaplah bersikap tenang dan tidak tergesa – gesa merupakan sikap yang teapy untuk dilakukan. Menurut Hans Grothe, seorang psikologi anak dari Jerman mengatakan frekuensu terbanyak anak menangis adalah pada usia 2 – 3 tahun dimana tangisan anak tersebut masih berkaitan dengan usia mereka.

Dalam melakukan di saat mereka menangis dapat dilakukan dengan ketenangan dari diri anda. Dimana setiap cara tersebut memiliki tataran yang berbeda – beda. Sebagai orang tua perlunya melatih diri untuk melihat reaksi apa saja yang ditunjukkan oleh anak. Hal inilah yang membuat penting untuk memahami psikologi anak. Dengan begitu akan terjalin hubungan ikatan yang lebih dekat antara orang tua dan anak.