Tahapan Perkembangan Bahasa Anak di Usia Dini

Tahapan Perkembangan Bahasa Anak Usia Dini

Manusia akan mampu melakukan komunikasi dengan baik jika mempunyai bahasa yang dimengerti satu sama lain. Bahasa merupakan sebuah alat komunikasi yang harus dikuasai oleh setiap orang. Jenis bahasa itu bukan hanya lisan saja melainkan ada bahasa tulisan, gerak tubuh dan isyarat, simbol, dengan menggunakan lambang, gambar atau pun lukisan. Namun secara umum kita berkomunikasi dengan menggunakan bahasa lisan dan bahasa tulisan. Kita sebagai orang tua mempunyai kewajiban untuk dapat mendidik anak agar bisa mengolah bahas lebih baik lagi. Aspek perkembangan anak usia dini salah satunya adalah aspek bahasa. Jika anak tidak bisa berkomunikasi dengan baik akan sangat sulit sekali untuk dapat beradaptasi dilingkungan baru.

Ketika anak sudah memasuki usia 1-4 tahun belum mampu mempunyai bahasa yang baik dan harus melalui porses panjang untuk menyempurnakan bahasa tersebut. Mereka hanya bisa berbicara semampu mereka tanpa mengetahui kebenaran maknanya. Ketika anak sudah memasuki usia 5 tahun, anak sudah mampu berbicara dengan baik dan dengan bahasa sendiri. Namun ketika pengucapan anak usia 5 tahun akan selalu mengalami kesalahan pengucapan dan ini sangat normal dan terjadi hampir pada setiap anak. Kemampuan berbahasa pada anak harus diajarkan sedini mungkin agar ketika anak sudah tumbuh besar bisa berkomunikasi dengan baik.

Orang tua mempunyai peran yang penting terhadap tumbuh kembang anak dan harus mengetahui aspek perkembangan anak usia dini seperti bahasa, kognitif dan yang lainnya. Jika orang tua sudah mengetahui hal tersebut, tentu akan sangat mudah sekali untuk dapat memberikan pelayanan yang terbaik kepada anak-anak agar bisa berbahasa yang baik dan sopan. Tidak sedikit sekarang ini banyak anak yang tidak mampu mengontrol bahasanya dikarenakan sejak kecil tidak di didik dengan cara yang baik dan benar oleh orang tuanya. Oleh karena itu kita tidak boleh berkata sembarangan di depan anak kita karena anak kita pasti akan menirunya. Mendidik anak dengan sikap memang lebih baik dibandingkan kita memberikan pemahaman teori yang akan sangat sulit sekali untuk anak pahami.

Baca Selengkanpnya disini klik.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *